Langsung ke konten utama

Ijazah bukan segalanya

Keberhasilan menuntaskan pendidikan formal dan menggenggam ijazah di tangan memang jadi hal yang membanggakan. Lulus jadi Sarjana, menambah gelar di belakang nama, dipercaya bisa membuka pintu-pintu kesuksesan lainnya. Diterima jadi karyawan di perusahaan ternama, salah satunya.

Tapi sementara kita bangga dengan gelar dan ijazah di tangan, ada orang-orang yang menganggap “hanya Sarjana” bukan jadi pencapaian. Mereka mengembangkan kemampuan di luar bidang keahlian, jadi wirausaha demi mengumpulkan pundi keuntungan.

Membaca perjuangan dan kisah mereka, kamu akan merasa cuma jadi karyawan belum ada apa-apanya…


Determinasi dan pemahaman kuat soal apa yang ingin dicapai jadi penggerak David Karp mencapai kesuksesan. David Karp yang sedari kecil sudah gatal mengulik kode pemograman memutusan untuk tidak menyelesaikan pendidikan SMA-nya. Beruntung, keputusan Karp mendapat dukungan penuh dari kedua orangtua yang sangat suportif.

“Pelajaran computer science di SMA saat itu tidak akan mendukungku berkembang. Ini bukan karena aku bosan pada sekolah atau tidak suka pada pelajarannya. Aku hanya benar-benar tahu apa yang harus kulakukan demi meraih mimpi.”


Sejak umur 11 tahun Karp mulai belajar codingsecara otodidak. Di usia 15 tahun Karp mendapat pekerjaan pertamanya di Apple repair service dan mulai internship di beberapa perusahaan startup. Pada usianya yang ke 19 versi Beta dari Tumblr berhasil ia ciptakan.

Kegigihan Karp memperjuangkan mimpi membuahkan hasil. Saat ini ekuasi Tumblr sudah mencapai 800 miliar US Dolar, dan disokong oleh beberapa investor besar.


Berhasil mengantungi gelar Sarjana tidak lantas membuat gadis asal Gresik ini merasa puas. Theresia yang sedari kecil selalu gatal mencoba berbagai jenis usaha melihat peluang besar dalam bisnis kopi yang perlahan makin menanjak di kalangan masyarakat urban.

Beda dari teman-teman seumuran yang lebih memilih fokus ke bisnis coffee shop, Theresia justru rela blusukan ke kampung-kampung penghasil kopi demi mencari biji kopi luwak berkualitas. Keluwesan dan insting bisnis yang kuat membuatnya berhasil menjalin kerjasama dengan petani kopi luwak di Jawa Timur. Dari sinilah kopi luwak yang originalakhirnya Theresia dapat dan mulai ia pasarkan.

Kegigihan Theresia perlahan mulai membuahkan hasil. Pada 2013 lalu bisnis kopi luwak Theresia berhasil memenuhi 90% dari target omset 1,6 miliar yang telah dipatoknya. Kebun kopi dan luwak pun berhasil ia miliki, sehingga membuat bisnisnya kini jauh lebih mandiri. Lulusan S1 yang bisa menghasilkan uang milyaran masih jarang didengar ‘kan?

Wilsen yang kini berusia 17 tahun adalah bukti bahwa bukan cuma pendidikan yang bisa mengantarkan seseorang pada keberhasilan. Dimulai dari kegemarannya mengumpulkan action figure, Wilsen memutuskan terjun ke bisnis jual-beli action figure yang ia datangkan langsung dari Cina.

Setelah menjalankan bisnis ini sekian lama melalui BukaLapak, omset Wilsen terus stuck di kisaran 5 juta. Gatal dengan kenyataan bahwa usahanya tak kunjung berkembang, Wilsen pun menganalisis apa yang jadi penyebabnya. Usut punya usut, Wilsen merasa “kewajibannya” untuk sekolah yang jadi penyebab utama.

“Jelas orangtua sempat keberatan waktu aku bilang ingin berhenti sekolah. Bahkan sampai ada 2 guru yang datang dan membujukku. Tapi aku meyakinkan mereka kalau ini adalah keputusan yang paling baik. Mending ikut paket C kalau mau dapat ijazah, daripada harus kembali sekolah.”


Keputusan yang Wilsen ambil memang bukan keputusan yang lazim bagi banyak orang. Namun sekarang keputusannya ini terbukti membawa banyak kebaikan. Tak hanya menggandakan omset sampai 20 juta per bulan, hubungan ke orangtua dan kawan-kawan lama pun Wilsen akui kian baik.

Diterima di Stanford University sebenarnya memberikan leverage yang besar bagi Evan. Lulus dari kampus ternama membuatnya hampir dapat dipastikan bisa bekerja di berbagai perusahaan bergengsi. Tapi Evan dan teman-teman satu fraternity group justru bereksperimen dengan hal yang sekilas absurd, namun terbukti tepat sasaran.

Snapchot, aplikasi chatting yang dengan otomatis bisa menghilangkan pesan demi menjaga privasi menarik banyak pengguna dalam waktu singkat. Sensitifnya Evan dan rekan-rekan membaca keinginan pasar tentang aplikasi chatting yang privat, menyenangkan, tapi tetap aman membuat snapchat berkembang pesat.

Bahkan kini snapchot ada dalam watch listperusahaan-perusahaan ternama macam Facebook yang ingin menjadi investornya.

Evan bisa saja jadi buruh korporasi bergaji tinggi. Namun dia lebih memilih berjuang, beridiri di atas kaki sendiri demi menciptakan suatu hal yang betul-betul ia yakini.

Jan, founder Whatsapp yang berasal dari Ukraina memiliki jalan hidup yang tak sama seperti orang kebanyakan. Berimigrasi ke Amerika pada tahun 1990-an Jan yang introvert bahkan menyelesaikan SMA-nya dengan susah payah. Ia pun memilih untuk drop out dari San Jose State University.

Insting Jose saat menciptakan WhatsApp adalah bagaimana membentuk aplikasi yang menyediakan biaya bercakap murah via telepon dan pesan singkat. Dalam tahun pertama kemunculannya Koum berhasil menarik 1,9 juta pengguna Whatsapp. Saat ini Koum tercatat memiliki 45% saham WhatsApp, yang membuatnya jadi salah satu orang terkaya di dunia versi Forbes.

Menariknya, Jose tetap rendah hati meski telah jadi salah satu orang yang punya nama di bidang teknologi:

“Saya tetap bukan siapa-siapa. Di akun LinkedIn saja saya menuliskan titel sebagai Senior Tweet Manager.”


Indra dan Yuliani kini membangun bisnisnya bersama putir tersayang via bukalapak.com

Sudah hidup berkeluarga bukan jadi alasan bagi Indra dan Yuliani untuk berhenti mengembangkan diri lewat bisnis yang digeluti. Membuka toko onlinedi BukaLapak dengan nama The Largest Fashion Store sejak tahun 2014, kini usaha mereka tersebut berkembang pesat dan menghasilkan keuntungan puluhan juta per bulannya.

Uniknya, semangat mengembangkan usaha tak hanya digalakkan Indra dan Yuliani ke diri mereka. Bahkan putrinya, Annisa yang baru berusia 14 tahun juga mengikuti langkah yang sama dengan membuka online shop nya sendiri di BukaLapak.

“Berjualan online sebenarnya seperti menebar jaring. Semakin banyak kita menjual barang yang sama di berbagai channel berbeda maka keuntungan pun akan makin besar. Dengan mengajak anak dan istri berjualan, kami yakin keuntungan yang didapat juga akan kian banyak.”


Membanggakan memang jika berhasil menyelesaikan pendidikan formal dan mendapat gelar. Tapi bukankah akan lebih membanggakan jika pengembangan diri tetap bisa dilakukan di luar ilmu yang didapat semasa kuliah?

Jadi gimana — mau mengikuti jejak mereka; atau memilih hanya jadi karyawan saja?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abu dhom dhom

Dia bukan orang yang terkenal. Ketika namanya pertama disebutkan oleh Nabi Muhammad saw, para sahabat asing dengan namanya. “Siapa dia, Ya Rasulallaah?” tanya mereka. Para sahabat penasaran dengan sosok yang baru pertama kali disebutkan Nabi saw itu bukan karena namanya yang asing. Tetapi mengapa malaikat begitu kagum kepada orang ini. “Tidak bisakah seseorang dari kalian bersikap seperti Abu Dhomdhom. Dia dikagumi malaikat di hadapan Allah swt” ujar Nabi saw saat itu. Setiap pagi Abu Dhomdhom sedekah dengan sesuatu yang tak lazim, tak biasa. Rupanya ini kunci kekaguman malaikat kepadanya. “Dia shalatnya biasa saja seperti kalian, tapi di pagi hari, ” jelas Nabi saw,” Abu Dhomdhom berucap, Ya Allah aku sedekahkan kehormatanku untuk kaum muslimin. Maka siapa saja yang mengejekku, menggunjingku, menyakitiku atau berbuat buruk kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya di dunia ini. Aku tidak akan menuntutnya atas hakku kelak di akhirat” O...

Perkembangan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak. Anak usia dini (0-8 tahun) memerlukan stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan ini. Artikel ini akan membahas cara mengembangkan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini. Tahapan Perkembangan 1. Usia 0-3 tahun: Anak mulai mengembangkan kemampuan memahami kausalitas dan hubungan sebab-akibat. 2. Usia 4-6 tahun: Anak memahami konsep klasifikasi dan pengelompokan. 3. Usia 7-8 tahun: Anak mengembangkan kemampuan berpikir logis dan memahami konsep causa-efek. Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis 1. Bermain dengan balok dan puzzle: Meningkatkan kemampuan memahami hubungan antara bagian dan keseluruhan. 2. Menggunakan contoh nyata: Menggunakan contoh sehari-hari untuk mengajarkan konsep causa-efek. 3. Mendorong eksplorasi: Memberikan kesempatan anak untuk menjelajahi lingkungan dan memahami kausalitas. 4. Mengajarkan konsep klasifikasi: Mengajarkan anak untuk mengelompokkan benda...

Hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak

Perkembangan kognitif anak sangat penting dalam proses tumbuh kembangnya. Aktivitas fisik telah terbukti memiliki dampak positif pada perkembangan kognitif anak. Artikel ini akan membahas hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak. Manfaat Aktivitas Fisik bagi Perkembangan Kognitif 1. Meningkatkan Kemampuan Memori : Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga memperbaiki kemampuan memori. 2. Mengembangkan Kemampuan Konsentrasi : Aktivitas fisik membantu anak fokus dan konsentrasi. 3. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis : Aktivitas fisik memicu kemampuan berpikir kritis dan logis. 4. Mengurangi Risiko Gangguan Kognitif : Aktivitas fisik dapat mengurangi risiko gangguan kognitif seperti ADHD dan disleksia. Jenis Aktivitas Fisik yang Baik untuk Perkembangan Kognitif 1. Olahraga Berkelompok : Sepak bola, basket, dan voli. 2. Aktivitas Outdoor : Berjalan, berlari, dan bersepeda. 3. Senam dan Yoga : Meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas. 4. P...