Langsung ke konten utama

Because it's my happiness

Because it's my happiness

Ali menuturkan bahwa Fatimah pernah mengeluh kepadanya. Ia merasa bahwa pekerjaan menggiling gandum dengan batu demikian berat baginya. Suatu ketika, Fatimah mendengar bahwa Rasulullah mendapat seorang budak. Fatimah pun mendatangi rumah ayahnya dalam rangka meminta budak tadi sebagai pembantu baginya. Akan tetapi Rasulullah sedang tidak ada di rumah. Fatimah lantas mendatangi Ummul Mukminin Aisyah dan menyampaikan hajatnya.

Ketika Rasulullah berada di rumah Aisyah, istri tercintanya itu menceritakan hal tersebut kepadanya. Rasulullah lantas mendatangi Ali dan Fatimah yang sedang berbaring di tempat tidur. Mulanya, mereka hendak bangun untuk menghampiri beliau, namun Rasulullah menyuruh mereka tetap berada di tempat.

“Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?” tanya beliau. “Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah takbir (Allahu akbar) 34 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, dan tasbih (subhanallah) 33 kali. Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta.” lanjut Nabi (Shahih Muslim No.4906).

***

Hadits di atas memberikan pelajaran berharga bagi semua istri yang ingin belajar menjadi istri sholihah. Tidak akan salah kita belajar dari kisah ini, karena kita belajar dari putri kesayangan Rasulullah langsung.

Pernahkah terpikir, bila memang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga itu tidak penting, kenapa seorang Rasulullah tidak memberikan saja budak  untuk membantu pekerjaan Fatimah? Budaknya ada. Fatimah pun sudah menyatakan kelelahannya. Tidakkah Rasul kasihan melihat Fatimah mulai merasa keberatan dengan pekerjaan rumah tangga yang dikerjakannya? Kenapa Rasul justru menawarkan dzikir sebagai pengganti kelelahan yang dirasakan putri tercintanya, alih-alih memberikan budak sebagaimana yang diminta?

Tidakkah kita belajar mengambil hikmah?

Ini masalah kemuliaan, wahai istri sholihah…
Tidakkah kita dambakan kemuliaan itu?
Bukankah itu yang kita inginkan?

K E M U L I A A N…

Bahkan hati ini berdesir membacanya, sungguh…

Tidakkah kita bahagia, ketika sepotong telur dadar sederhana dihargai wajah penuh syukur anak-anak dan suami  kita?
Tidakkah kita bahagia, ketika anak dan suami mengenakan pakaian rapi hasil setrika tangan kita?
Tidakkah kita bahagia merasakan kehamilan, melahirkan, dan menyusui anak-anak amanah Allah?
Tidakkah kita bahagia ketika melihat mereka tumbuh besar dengan cinta Allah dan Rasul-Nya hasil dari dialog iman keseharian kita?
Tidakkah kita bahagia, melihat suami tersenyum bahagia menikmati kopi panas di pagi hari hasil adukan kita?
Tidakkah kita bahagia, menyadari bahwa anak-anak dan suami kita sangat merasakan keberadaan kita?
Tidakkah kita bahagia, ketika tangan-tangan ini kelak bersaksi atas apa yang dilakukan untuk anak-anak dan suami kita?

Kerjakan dengan ikhlas. Nikmati lelah yang kita rasakan. Berdzikirlah ketika sudah tiba saatnya beristirahat, dan nantikan kemuliaan itu hadir…

***

“Terimakasih bunda, masakan bunda luar biasa…..”
“Terimakasih bunda, kopi buatan bunda kenapa lebih enak dari kopi mana pun yah?”
“Terimakasih bunda, bunda cantik sekali…”

Sungguh, bahkan kebahagiaan itu tak perlu menunggu…
Dan itu semua hadir sebagai wujud kemuliaan….

No, I didn’t do all the house routines because I have to...
I do them because it’s my happiness….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abu dhom dhom

Dia bukan orang yang terkenal. Ketika namanya pertama disebutkan oleh Nabi Muhammad saw, para sahabat asing dengan namanya. “Siapa dia, Ya Rasulallaah?” tanya mereka. Para sahabat penasaran dengan sosok yang baru pertama kali disebutkan Nabi saw itu bukan karena namanya yang asing. Tetapi mengapa malaikat begitu kagum kepada orang ini. “Tidak bisakah seseorang dari kalian bersikap seperti Abu Dhomdhom. Dia dikagumi malaikat di hadapan Allah swt” ujar Nabi saw saat itu. Setiap pagi Abu Dhomdhom sedekah dengan sesuatu yang tak lazim, tak biasa. Rupanya ini kunci kekaguman malaikat kepadanya. “Dia shalatnya biasa saja seperti kalian, tapi di pagi hari, ” jelas Nabi saw,” Abu Dhomdhom berucap, Ya Allah aku sedekahkan kehormatanku untuk kaum muslimin. Maka siapa saja yang mengejekku, menggunjingku, menyakitiku atau berbuat buruk kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya di dunia ini. Aku tidak akan menuntutnya atas hakku kelak di akhirat” O...

Perkembangan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak. Anak usia dini (0-8 tahun) memerlukan stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan ini. Artikel ini akan membahas cara mengembangkan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini. Tahapan Perkembangan 1. Usia 0-3 tahun: Anak mulai mengembangkan kemampuan memahami kausalitas dan hubungan sebab-akibat. 2. Usia 4-6 tahun: Anak memahami konsep klasifikasi dan pengelompokan. 3. Usia 7-8 tahun: Anak mengembangkan kemampuan berpikir logis dan memahami konsep causa-efek. Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis 1. Bermain dengan balok dan puzzle: Meningkatkan kemampuan memahami hubungan antara bagian dan keseluruhan. 2. Menggunakan contoh nyata: Menggunakan contoh sehari-hari untuk mengajarkan konsep causa-efek. 3. Mendorong eksplorasi: Memberikan kesempatan anak untuk menjelajahi lingkungan dan memahami kausalitas. 4. Mengajarkan konsep klasifikasi: Mengajarkan anak untuk mengelompokkan benda...

Hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak

Perkembangan kognitif anak sangat penting dalam proses tumbuh kembangnya. Aktivitas fisik telah terbukti memiliki dampak positif pada perkembangan kognitif anak. Artikel ini akan membahas hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak. Manfaat Aktivitas Fisik bagi Perkembangan Kognitif 1. Meningkatkan Kemampuan Memori : Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga memperbaiki kemampuan memori. 2. Mengembangkan Kemampuan Konsentrasi : Aktivitas fisik membantu anak fokus dan konsentrasi. 3. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis : Aktivitas fisik memicu kemampuan berpikir kritis dan logis. 4. Mengurangi Risiko Gangguan Kognitif : Aktivitas fisik dapat mengurangi risiko gangguan kognitif seperti ADHD dan disleksia. Jenis Aktivitas Fisik yang Baik untuk Perkembangan Kognitif 1. Olahraga Berkelompok : Sepak bola, basket, dan voli. 2. Aktivitas Outdoor : Berjalan, berlari, dan bersepeda. 3. Senam dan Yoga : Meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas. 4. P...