"Bersyukur & Berkelimpahan"
Seorang kakek mengalami gangguan saluran kencing yang membuat ia tidak bisa (maaf) buang air kecil. Ketika penyakitnya makin parah dan kesehatannya makin
memburuk, ia terpaksa menjalani operasi. Operasi sukses dan si kakek kini sudah bisa buang air kecil lagi. Menjelang pulang dari rumah sakit, dokter pun memberikan tagihan biaya operasinya.
Saat itu tiba-tiba sang kakek mulai menangis. Dokterpun bingung dan bertanya: "Kenapa menangis kek? Jika biayanya terlalu mahal, kita bisa coba minta keringanan lagi".
Tapi kakek itu menjawab: "Tidak, saya tidak menangis untuk itu, saya hanya teringat betapa selama 70 tahun sebelum ini, Tuhan membolehkan saya buang air kecIl TANPA mengirimkan saya tagihan apapun".
Kita baru merasakan betapa berHARGAnya Berkah dan nikmat Tuhan saat kita sudah kehilangan HAL tersebut.
Sebaliknya, kita memilih untuk lebih sering memikirkan apa yg TIDAK kita miliki, TANPA mengHARGAI apa yg telah Tuhan berikan kepada kita.
Kita lebih suka menghitung MASALAH daripada menghitung NIKMAT Tuhan yg sudah kita terima.
RENUNGKANlah, bukankah ada terlalu banyak hal berharga yang kita dapatkan secara GRATIS setiap harinya?
- Kesehatan,
- keluarga,
- pasangan hidup,
- waktu,
- kerukunan,
- kegembiraan
Dan terutama Keselamatan dan berkah yang kita dapat dari Tuhan. Semua itu adalah hal-hal yang sesungguhnya tidak dapat kita beli dengan "uang", bahkan tidak bisa kita dapatkan meski sekeras apapun usaha kita.
Itulah alasan mengapa kita harus selalu BERSYUKUR dalam SEGALA HAL kepada TUHAN, karena DIA sungguh teramat SANGAT BAIK kepada kita.
Kita bersyukur BUKAN SUPAYA kita diberkahi, melainkan karena kita SUDAH sangat diberkahi oleh Tuhan.
Dia bukan orang yang terkenal. Ketika namanya pertama disebutkan oleh Nabi Muhammad saw, para sahabat asing dengan namanya. “Siapa dia, Ya Rasulallaah?” tanya mereka. Para sahabat penasaran dengan sosok yang baru pertama kali disebutkan Nabi saw itu bukan karena namanya yang asing. Tetapi mengapa malaikat begitu kagum kepada orang ini. “Tidak bisakah seseorang dari kalian bersikap seperti Abu Dhomdhom. Dia dikagumi malaikat di hadapan Allah swt” ujar Nabi saw saat itu. Setiap pagi Abu Dhomdhom sedekah dengan sesuatu yang tak lazim, tak biasa. Rupanya ini kunci kekaguman malaikat kepadanya. “Dia shalatnya biasa saja seperti kalian, tapi di pagi hari, ” jelas Nabi saw,” Abu Dhomdhom berucap, Ya Allah aku sedekahkan kehormatanku untuk kaum muslimin. Maka siapa saja yang mengejekku, menggunjingku, menyakitiku atau berbuat buruk kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya di dunia ini. Aku tidak akan menuntutnya atas hakku kelak di akhirat” O...
Komentar
Posting Komentar