RIYA ITU NGERRRRIII...
------------
MAKIN DIA BERIBADAH DAN BERAMAL DALAM KE"RIYA"AN...
MAKA BUKAN PAHALA YG IA DAPATKAN, MELAINKAN IA MENIMBUN DOSA-DOSA BESAAAR SEBAB SYIRIK YG IA TELAH LAKUKAN..
SADAR ATAUPUN TAK SADAR.. DALAM SETIAP AMALAN IBADAHNYA BILA DISELIMUTI RIYA, JUSTRU IA MAKIN MENGGALI NERAKANYA SEMAKIN DALAM.. DALAM.. DAN DALAAM...
Syarat paling utama suatu amalan diterima di sisi Allah adalah muhlis/ikhlas. Tanpanya, amalan seseorang akan sia-sia belaka. Syaithon tidak henti-hentinya memalingkan manusia, menjauhkan mereka dari keikhlasan. Salah satunya adalah melalui pintu riya' yang banyak tidak disadari setiap hamba.
Yang dimaksud riya' adalah melakukan suatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji dirinya. Termasuk ke dalam riya' yaitu sum'ah, yakni melakukan suatu amalan agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan, sehingga pujian dan ketenaran pun datang. Riya' dan semua derivatnya merupakan perbuatan dosa dan merupakan sifat orang-orang munafik.
HUKUM RIYA'
Riya' ada dua jenis. Jenis yang pertama hukumnya syirik akbar.
Syirik besar yg dapat kita lihat bila seseorang beribadah dengan menyembah selain Allah.. spt menyembah matahari, bulan, bintang, benda2..dsj..
Hal inipun bisa terjadi jika seseorang melakukan seluruh amalnya agar dilihat manusia, dan tidak sedikit pun mengharap wajah Allah. Dia bermaksud bisa bebas dan aman hidup bersama kaum muslimin, menjaga darah dan hartanya. Inilah riya' yang dimiliki oleh orang-orang munafik.
Allah telah berfirman tentang keadaan mereka:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ
وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى
يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً“
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu
hendak menipu Allah, maka Allah
membalas tipuan mereka.
Dan apabila mereka berdiri utk sholat mereka
berdiri dengan malas.
(Bilamana sholatpun) Mereka bermaksud riya/pamer (dgn sholat mereka*) di hadapan manusia..
Dan tidaklah mereka berdzikir/menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”
•QS. An-Nisaa`: 142
Adapun yang kedua adalah riya' yg terkadang menimpa orang yang beriman, karena ada bibit2 "SENANG DIPUJI & GILA HORMAT"..
Sikap riya' ini terjadang muncul dalam sebagian amal. Seseorang beramal karena Allah & juga diniatkan untuk selain Allah. Riya' jenis seperti ini merupakan perbuatan syirik asghor / syirik kecil yg mana ini syirik yg bersifat samar.. tapi sama-sama SYIRIK hukumnya.. sama dosanya..
Doa berlindung dari KESYIRIKAN..
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
Jadi, HUKUM ASAL RIYA' adalah SYIRIK ASGHOR (syirik kecil). Namun, riya' bisa berubah hukumnya menjadi SYIRIK AKBAR (syirik besar)
dalam 3 keadaan berikut :
1. Jika seseorang riya' kepada manusia dalam pokok / dasar2 keimanan. Seperti menyekutukan Allah, menyembah selain Allah.. dan seseorang yg menampakkan dirinya di hadapan manusia bahwa dia seorang mukmin (berpura-pura) hanya demi menjaga harta dan darahnya.
2. Jika riya' & sum'ah mendominasi dalam seluruh jenis amalan seseorang.
3. Jika seseorang dalam amalannya lebih dominan menginginkan tujuan dunia & tidak mengharapkan wajah Allah.
SEMOGA MANFAAT BERHIKMAH DAN BAROKAH... Amiin
Komentar
Posting Komentar