Langsung ke konten utama

Hadits hasan

Hadits hasan
a.       Pengertian hadits hasan
Para ulama muhaditsin tidak sependapat dalam menta’rifkan hadits hasan, sehingga meyebabkan efek yang berlainan. At-Thurmudzy menta’rifkan hadits hasan dengan:
ماَلاَ يَكُوْنُ فِىْ اِسْناَدِهِ مَنْ يُتَّهَمُ بِالْكَذِبِ وَلاَ يَكُوْنُ شَاذًّا وَيُرْوَى مِنْ غَيْرِ نَجْهٍ نَحْوِهِ فِى الْمَعْنَى.
Artinya: “Ialah hadits yang pada sanadnya tiada terdapat orang yang tertuduh dusta, tiada terdapat kejanggalan pada matannya dan hadits itu diriwayatkan tidak dari satu jurusan (mempunyai banyak jalan) yang sepadan maknanya.”
Definisi tersebut tidak mani’ dan tidak jami’. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh jumhurul muhaditsin ini jami’ serta mani’nya melengkapi segala unsur-unsurnya:
ماَنَقَلَهُ عَدْلٌ قَلِيْلُ الضَّبْطِ مُتَّصِلُ السَّنَدِ غَيْرُ مُعَلَّلٍ وَلاَ شَاذٍّ.
Artinya: “Hadits yang dinukilkan oleh seorang adil, (tapi) tak begitu kokoh ingatannya, bersambung-sambung sanadnya dan tidak terdapat ‘illat serta kejanggalan pada matannya.”
Dengan mengambil definisi ini, maka tampaklah perbedaan yang tegas antara hadits shahih dan dha’if dengan hadits hasan. Demikian juga segala macam hadits ahad (masyhur, ‘aziz dan gharib) dapat bernilai hasan.
            Hadits hasan terbagi menjadi dua macam:
1)      Hasan li dzatihi.
Hasan menurut bahasa artinya: yang baik, yang bagus. Li dzatihi artinya: karena dzatnya atau dirinya. ”Hasan li dzatihi” menurut istilah ialah: satu hadits yang sanadnya bersambung dari permulaan sampai akhir, diceritakan oleh orang-orang adil tetapi ada yang kurang dhabith, serta tidak ada syu-dzudz dan illah.
2)      Hasan li ghairihi.
Li ghairihi artinya: karena yang lainnya, yakni satu hadits menjadi hasan karena dibantu dari jalan lain. Hasan li ghairihi menurut istilah ialah: satu hadits yang dalam sanadnya ada: Rawi mastur atau rawi yang kurang kuat hafalannya, atau rawi yang tercampur hafalannya karena tuanya, atau rawi mudallis atau rawi yang pernah keliru dalam meriwayatkan, atau rawi yang pernah salah dalam meriwayatkan, lalu dikuatkan dengan jalan lain yang sebanding dengannya.

b.      Ciri-ciri hadits hasan
Ada kalanya dalam kitab-kitab, terdapat ucapan-ucapan:
a)      Isnaduhu Hasanun)  اسناده حسن), artinya: sanadnya hasan.
b)      Isnadun Hasanun  ( اسناد حسن ) , artinya: sanad yang hasan.
c)      Hasanul-Isnad ( حسن الا سناد ), artinya: yang hasan sanadnya.
Hadits atau riwayat yang terdapat salah satu kata di atas atau dengan yang seumpamanya, tidak selalu menunjukkan bahwa ma’nanya juga Hasan, bahkan di antaranya ada yang tidak betul.

c.       Contoh hadits hasan
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ عَلَى الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَغْتَسِلُوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلْيَمَسَّ أَحَدُهُمْ مِنْ طِيبِ أَهْلِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَالْمَاءُ لَهُ طِيبٌ[5
Artinya: “Berkata Ali ibn Hasan Al Kufiy, berkata Abu Yahya Isma’il ibn Ibrahim At Taimiy, dari Yazid ibn Abi Ziyad, dari Abdurrahim ibn Abi Laila, dari Al Bara’i ibn Ngazib berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Adalah hak bagi orang-orang Muslim mandi di hari Jum’at. Hendaklah mengusap salah seorang mereka dari wangi-wangian keluarganya. Jika ia tidak memperoleh, airpun cukup menjadi wangi-wangian.”
Gambaran sanad dari hadits di atas:
1.      Turmudzi
2.      Ahmad bin Mani’
3.      Husyaim
4.      Yazid bn Abi Ziyad
5.      Abdurrahman bin Abi Laila
6.      Bara’ bin Azib
7.      Rasulullah
Rawi-rawi yang ada dalam sanad ini semua orang kepercayaan, melainkan Husyaim terkenal sebagai mudallis. Karena ini, maka sanadnya teranggap lemah yang tidak sangat, karena orangnya kepercayaan. Oleh karena sanad yang pertama itu dibantu dengan sanad yang kedua, maka hadits sanad pertama itu dinamakan ”Hasan li Ghairihi”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abu dhom dhom

Dia bukan orang yang terkenal. Ketika namanya pertama disebutkan oleh Nabi Muhammad saw, para sahabat asing dengan namanya. “Siapa dia, Ya Rasulallaah?” tanya mereka. Para sahabat penasaran dengan sosok yang baru pertama kali disebutkan Nabi saw itu bukan karena namanya yang asing. Tetapi mengapa malaikat begitu kagum kepada orang ini. “Tidak bisakah seseorang dari kalian bersikap seperti Abu Dhomdhom. Dia dikagumi malaikat di hadapan Allah swt” ujar Nabi saw saat itu. Setiap pagi Abu Dhomdhom sedekah dengan sesuatu yang tak lazim, tak biasa. Rupanya ini kunci kekaguman malaikat kepadanya. “Dia shalatnya biasa saja seperti kalian, tapi di pagi hari, ” jelas Nabi saw,” Abu Dhomdhom berucap, Ya Allah aku sedekahkan kehormatanku untuk kaum muslimin. Maka siapa saja yang mengejekku, menggunjingku, menyakitiku atau berbuat buruk kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya di dunia ini. Aku tidak akan menuntutnya atas hakku kelak di akhirat” O...

Perkembangan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak. Anak usia dini (0-8 tahun) memerlukan stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan ini. Artikel ini akan membahas cara mengembangkan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini. Tahapan Perkembangan 1. Usia 0-3 tahun: Anak mulai mengembangkan kemampuan memahami kausalitas dan hubungan sebab-akibat. 2. Usia 4-6 tahun: Anak memahami konsep klasifikasi dan pengelompokan. 3. Usia 7-8 tahun: Anak mengembangkan kemampuan berpikir logis dan memahami konsep causa-efek. Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis 1. Bermain dengan balok dan puzzle: Meningkatkan kemampuan memahami hubungan antara bagian dan keseluruhan. 2. Menggunakan contoh nyata: Menggunakan contoh sehari-hari untuk mengajarkan konsep causa-efek. 3. Mendorong eksplorasi: Memberikan kesempatan anak untuk menjelajahi lingkungan dan memahami kausalitas. 4. Mengajarkan konsep klasifikasi: Mengajarkan anak untuk mengelompokkan benda...

Hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak

Perkembangan kognitif anak sangat penting dalam proses tumbuh kembangnya. Aktivitas fisik telah terbukti memiliki dampak positif pada perkembangan kognitif anak. Artikel ini akan membahas hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak. Manfaat Aktivitas Fisik bagi Perkembangan Kognitif 1. Meningkatkan Kemampuan Memori : Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga memperbaiki kemampuan memori. 2. Mengembangkan Kemampuan Konsentrasi : Aktivitas fisik membantu anak fokus dan konsentrasi. 3. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis : Aktivitas fisik memicu kemampuan berpikir kritis dan logis. 4. Mengurangi Risiko Gangguan Kognitif : Aktivitas fisik dapat mengurangi risiko gangguan kognitif seperti ADHD dan disleksia. Jenis Aktivitas Fisik yang Baik untuk Perkembangan Kognitif 1. Olahraga Berkelompok : Sepak bola, basket, dan voli. 2. Aktivitas Outdoor : Berjalan, berlari, dan bersepeda. 3. Senam dan Yoga : Meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas. 4. P...