Langsung ke konten utama

Ini ibu mereka

Ini Ibu mereka

Hindun binti Utbah. Saat anaknya masih kecil, ada yang berkata kepada ibunya bahwa kelak anak ini menjadi pemimpin bagi kaumnya.
Hindun berkata, "Celakalah dia, kalau hanya menjadi pemimpin bagi kaumnya saja!"
Anak itu besar dan benar memimpin bumi, bukan hanya kaumnya. Muawiyah radhiallahu anhu.
(Inilah Ibu yang tak rela dengan hasil yang sederhana)

Seorang ibu. Suatu hari dia berkata pada anaknya, "Nak, tuntutlah ilmu. Aku yg mencukupimu dengan tenunanku. Nak, jika kamu telah menulis sepuluh hadits, maka lihatlah jiwamu apakah ia bertambah takut, lembut dan wibawa. Jika kamu tidak melihat itu ketahuilah bahwa ia membahayakanmu dan tidak manfaat bagimu."
Dan lahirlah seorang pakar ilmu besar bidang hadits dan faqihnya Arab. Sufyan ats Tsauri rahimahullah.
(Ibu yang berjuang membiayai pendidikan anaknya dan membimbing dengan nasehat mahalnya)

Seorang ibu. Dia hampir tak pernah melewatkan malam-malamnya untuk menangis dan berdoa dalam qiyamnya. Hingga suatu hari ibu ini bermimpi melihat Nabi Ibrahim yg memberi kabar gembira hasil banyaknya doa dan derasnya air mata. Kabar gembira tentang anaknya yg bisa melihat kembali setelah buta sejak kecil. Dan benar pagi itu, anaknya bisa melihat.
Di usia anaknya yang ke-16 tahun, ibu ini mengantarkannya ke Mekah untuk haji sekaligus duduk di pusat ilmu Islam. Agar kelak ia pulang menjadi amirul mukminin bidang hadits. Beliau adalah Imam Al Bukhari rahimahullah.
(Ibu yang membangun kesholihannya untuk anaknya dan mengawal pendidikannya)

Terkadang dari rahim seorang ibu lahir bayi yang kelak bermanfaat bagi seluruh umat Muhammad...
Untukmu, para ibu dan calon ibu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abu dhom dhom

Dia bukan orang yang terkenal. Ketika namanya pertama disebutkan oleh Nabi Muhammad saw, para sahabat asing dengan namanya. “Siapa dia, Ya Rasulallaah?” tanya mereka. Para sahabat penasaran dengan sosok yang baru pertama kali disebutkan Nabi saw itu bukan karena namanya yang asing. Tetapi mengapa malaikat begitu kagum kepada orang ini. “Tidak bisakah seseorang dari kalian bersikap seperti Abu Dhomdhom. Dia dikagumi malaikat di hadapan Allah swt” ujar Nabi saw saat itu. Setiap pagi Abu Dhomdhom sedekah dengan sesuatu yang tak lazim, tak biasa. Rupanya ini kunci kekaguman malaikat kepadanya. “Dia shalatnya biasa saja seperti kalian, tapi di pagi hari, ” jelas Nabi saw,” Abu Dhomdhom berucap, Ya Allah aku sedekahkan kehormatanku untuk kaum muslimin. Maka siapa saja yang mengejekku, menggunjingku, menyakitiku atau berbuat buruk kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya di dunia ini. Aku tidak akan menuntutnya atas hakku kelak di akhirat” O...

Peran sekolah dalam mendukung perkembangan sosial anak

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berperan penting dalam mendukung perkembangan sosial anak. Perkembangan sosial anak sangat penting untuk membentuk individu yang seimbang, mandiri, dan berkontribusi pada masyarakat. Peran Sekolah dalam Perkembangan Sosial Anak 1. Mengembangkan Kemampuan Sosial: Sekolah membantu anak mengembangkan kemampuan sosial seperti berkomunikasi, berbagi, dan bekerja sama. 2. Membentuk Karakter: Sekolah membentuk karakter anak melalui nilai-nilai seperti empati, toleransi, dan kesabaran. 3. Mengembangkan Keterampilan Emosi: Sekolah membantu anak mengenali, mengelola, dan mengungkapkan emosi secara sehat. 4. Membangun Hubungan: Sekolah memfasilitasi hubungan antara anak, guru, dan orang tua, membantu anak membangun jaringan sosial. 5. Mengembangkan Kemandirian: Sekolah mendorong anak untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas tindakannya. Strategi Sekolah dalam Mendukung Perkembangan Sosial 1. Pendidi...

Perkembangan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak. Anak usia dini (0-8 tahun) memerlukan stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan ini. Artikel ini akan membahas cara mengembangkan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini. Tahapan Perkembangan 1. Usia 0-3 tahun: Anak mulai mengembangkan kemampuan memahami kausalitas dan hubungan sebab-akibat. 2. Usia 4-6 tahun: Anak memahami konsep klasifikasi dan pengelompokan. 3. Usia 7-8 tahun: Anak mengembangkan kemampuan berpikir logis dan memahami konsep causa-efek. Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis 1. Bermain dengan balok dan puzzle: Meningkatkan kemampuan memahami hubungan antara bagian dan keseluruhan. 2. Menggunakan contoh nyata: Menggunakan contoh sehari-hari untuk mengajarkan konsep causa-efek. 3. Mendorong eksplorasi: Memberikan kesempatan anak untuk menjelajahi lingkungan dan memahami kausalitas. 4. Mengajarkan konsep klasifikasi: Mengajarkan anak untuk mengelompokkan benda...