Langsung ke konten utama

Tadabbur siroh

*_Membaca Surat Al Balad_*
( mencoba mentadabburi siroh hingga tak terasa gemuruh hati dan airmata terjatuh)

Membaca surat Al Balad (Negeri) di tanah air berbeda dengan membacanya di Makkah Al Mukarromah.

Di tanah air, saya lebih fokus pada tajwid dan makhrojnya. Bagaimana huruf "qaf" mati dan "dal" di awal surat harus dibaca secara "qolqolah", bagaimana "tanwin" bertemu "ba" harus berdengung dlsb.

Dibaca di kota Mekkah, tepatnya di depan Ka'bah, bangunan kubus hitam tapi mulia itu, tiba2 surat Al Balad jadi terasa berbeda.

لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ
Aku (Allah) benar2 bersumpah demi negeri (Mekkah) ini.
وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ
dan kamu (Muhammad) bertempat tinggal di negeri (Mekkah) ini...

Dan... saya sedang berada di sini. Duduk terpekur di lantai marmer berkarpet dengan semprotan kipas angin dan AC yg dingin.

Saya membayangkan bahwa di sinilah dulu Rasulullah saw juga pernah duduk bersama para sahabatnya. Oh... saya sangat berharap sekali bahwa memang tepat di posisi saya duduk inilah Baginda Rasulullah saw pernah duduk. Atau mungkin Abu Bakar sahabatnya yg utama, atau Umar bin Khattab yg sangat kuat menjadi pembela Baginda saw. Atau siapa saja dari kalangan sahabat. Dan saya tidak mau membayangkan bahwa mungkin pula di posisi ini justru pernah diduduki musuh2 Islam semacam Abu Jahal dan konco2nya. Tidak rela....

Tapi yang Rasulullah saw dan sahabatnya dulu duduki bukanlah marmer dingin licin nan bersih, ditutupi karpet Masjid Al Harom yg tebal dan tersohor keindahannya.

Yang dapat kita bayangkan adalah, Nabi saw bersama sahabatnya duduk di batu2 keras berpasir. Kalaupun ada alas adalah pelepah2 kurma yg kasar. Atau yg paling bagus adalah kain dengan tenunan kasar setara karung goni zaman moderen.

Kemudian terbayang betapa sulitnya mengajak manusia jahiliyah pada saat itu menuju penghambaan hanya pada Allah swt. Di suatu posisi di kota Mekkah ini pastilah pernah menjadi tempat penyiksaan Bilal bin Rabah. Yang mempertahankan keimanannya di bawah batu besar yang menghimpit tubuhnya. Sahabat yang namanya abadi sebagai muadzin se alam semesta.

Di sini juga tempat Al Qur'an turun ayat demi ayat mengiringi episode kehidupan Muhammad saw dalam segala suka dukanya yg luar biasa sebagai pembawa Risalah Islam.

Maka duduk di Masjidil Haram menghadap Ka'bah rumah kuno itu, bukanlah sekedar menanti datangnya waktu sholat sambil mendongak memandang jam raksasa di atas menara Zamzam. Tapi jadikanlah waktu itu juga sebagai masa perenungan sejarah. Untuk mentadabburi Siroh Nabawiyah. Mengambil pelajaran bagaimana Nabi Muhammad saw berjuang menegakkan agama ini. Sejarah kehidupan yg harus bisa kita contoh pengorbanan2nya, kesabaran2nya, perjuangan2nya, dan keistiqomahannya utk menegakkan Islam. Bukan hanya kepada diri sendiri tapi juga mendakwahkannya ke masyarakat dan seluruh ummat manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abu dhom dhom

Dia bukan orang yang terkenal. Ketika namanya pertama disebutkan oleh Nabi Muhammad saw, para sahabat asing dengan namanya. “Siapa dia, Ya Rasulallaah?” tanya mereka. Para sahabat penasaran dengan sosok yang baru pertama kali disebutkan Nabi saw itu bukan karena namanya yang asing. Tetapi mengapa malaikat begitu kagum kepada orang ini. “Tidak bisakah seseorang dari kalian bersikap seperti Abu Dhomdhom. Dia dikagumi malaikat di hadapan Allah swt” ujar Nabi saw saat itu. Setiap pagi Abu Dhomdhom sedekah dengan sesuatu yang tak lazim, tak biasa. Rupanya ini kunci kekaguman malaikat kepadanya. “Dia shalatnya biasa saja seperti kalian, tapi di pagi hari, ” jelas Nabi saw,” Abu Dhomdhom berucap, Ya Allah aku sedekahkan kehormatanku untuk kaum muslimin. Maka siapa saja yang mengejekku, menggunjingku, menyakitiku atau berbuat buruk kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya di dunia ini. Aku tidak akan menuntutnya atas hakku kelak di akhirat” O...

Perkembangan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak. Anak usia dini (0-8 tahun) memerlukan stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan ini. Artikel ini akan membahas cara mengembangkan kemampuan berpikir logis pada anak usia dini. Tahapan Perkembangan 1. Usia 0-3 tahun: Anak mulai mengembangkan kemampuan memahami kausalitas dan hubungan sebab-akibat. 2. Usia 4-6 tahun: Anak memahami konsep klasifikasi dan pengelompokan. 3. Usia 7-8 tahun: Anak mengembangkan kemampuan berpikir logis dan memahami konsep causa-efek. Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis 1. Bermain dengan balok dan puzzle: Meningkatkan kemampuan memahami hubungan antara bagian dan keseluruhan. 2. Menggunakan contoh nyata: Menggunakan contoh sehari-hari untuk mengajarkan konsep causa-efek. 3. Mendorong eksplorasi: Memberikan kesempatan anak untuk menjelajahi lingkungan dan memahami kausalitas. 4. Mengajarkan konsep klasifikasi: Mengajarkan anak untuk mengelompokkan benda...

Hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak

Perkembangan kognitif anak sangat penting dalam proses tumbuh kembangnya. Aktivitas fisik telah terbukti memiliki dampak positif pada perkembangan kognitif anak. Artikel ini akan membahas hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan kognitif pada anak. Manfaat Aktivitas Fisik bagi Perkembangan Kognitif 1. Meningkatkan Kemampuan Memori : Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga memperbaiki kemampuan memori. 2. Mengembangkan Kemampuan Konsentrasi : Aktivitas fisik membantu anak fokus dan konsentrasi. 3. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis : Aktivitas fisik memicu kemampuan berpikir kritis dan logis. 4. Mengurangi Risiko Gangguan Kognitif : Aktivitas fisik dapat mengurangi risiko gangguan kognitif seperti ADHD dan disleksia. Jenis Aktivitas Fisik yang Baik untuk Perkembangan Kognitif 1. Olahraga Berkelompok : Sepak bola, basket, dan voli. 2. Aktivitas Outdoor : Berjalan, berlari, dan bersepeda. 3. Senam dan Yoga : Meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas. 4. P...